Pedoman Menulis Berita di Suara Komunitas

Suara Komunitas merupakan media daring (dalam jaringan) atau biasa disebut media online yang dikelola oleh para pewarta warga di Indonesia. Teknologi internet dipilih sebagai sarana yang paling realistis untuk menjembatani hambatan jarak antarpewarta. Namun, portal bukanlah media satu-satunya media yang mencukupi untuk menyebarluaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat. Perkembangan selanjutnya  Suara Komunitas mengembangkan media cetak dan berita audio yang dipancarkan oleh radio-radio komunitas yang menjadi anggota Suara Komunitas.

Dalam dunia pewartaan warga, kepercayaan pembaca merupakan imbalan terbesar dari kerja pewarta warga. Pewarta warga bekerja tidak untuk mencari keuntungan finansial sehingga kepercayaan pembaca intisari kerja pewarta warga. Untuk mendapatkan kepercayaan pembaca, pewarta harus menghasilkan berita yang objektif. Selain itu, berita yang dihasilkan harus enak dibaca dan berguna bagi pembaca.

Untuk keperluan di atas, pada 29-30 Maret 2011, para penyunting wilayah Suara Komunitas menyusun buku saku Pewarta Suara Komunitas yang hingga kini masih dalam proses penerbitan. Panduan ini akan mengurangi kesalahan yang sering muncul, misalnya narasumber tidak lengkap, pemborosan kata, penggunaan tanda baca yang salah, dan pembuatan kalimat yang tak runtut. Tulisan ini dicuplik dari buku saku tersebut sebagai sebuah terobosan sebelum isi buku tersebut Anda miliki secara lengkap.

Sebagian besar berita media daring berupa berita langsung. Penulisan berita langsung dilakukan dalam format piramida terbalik. Informasi yang paling penting dituliskan pada bagian awal, sedang rincian informasi dituliskan pada bagian sesudahnya. Berita langsung dipergunakan menyampaikan sesuatu yang penting atau sesegera mungkin diketahui pembaca. Berita langsung dituliskan dengan lugas, ringkas, dan langsung mengungkapkan persoalan. Metode ini disebut sebagai piramida terbalik.

Untuk urusan ini pewarta harus memiliki keterampilan menulis cepat, tentunya tanpa meninggalkan unsur kelengkapan berita dan keberimbangan narasumber.  Untuk membuat berita langsung yang cepat dan lengkap, biasakan Anda menulis garis besar berita dengan teliti. Untuk membuat garis besar, cepatlah pilih segi berita yang ingin Anda tulis. Perhatikan contoh berikut ini:

Anda meliput panen kolam lele di Desa Wonolelo, Pleret, Bantul. Sebelum pergi meliput, Anda menyusun pertanyaan yang akan diajukan dalam secarik kertas. Misalnya, (1) Tiap berapa bulan kolam lele dipanen; (2) Berapa jumlah kolam yang dipanen; (3) Berapa kilogram hasil panen tiap kolam; (4) Berapa harga jual lele perkilogram; (5) Pada siapa dan bagaimana petani lele menjual hasil panennya.

Berbekal garis besar berita pewarta selalu memperhatikan unsur apa yang terjadi, di mana kejadiannya, kapan terjadinya, siapa yang terlibat dalam kejadian, mengapa peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kejadiannya. Bila Anda sudah mengetahui lokasinya, siapa pemilik kolamnya tentu sudah tidak perlu ditanyakan. Namun bila masih ragu tuliskan keduanya dalam daftar pertanyaan.

Saat tiba di lokasi kejadian, Anda bisa menemui pemilik kolam. Melihat bagaimana cara mereka memanen lele, mencatat hal-hal penting yang diamati, dan jangan lupa memotret peristiwa yang menunjukkan kejadian secara dramatis, misalnya saat menimbang ikan, saat orang di dalam kolam sembari memegang ikan, dan lain-lain.  Jangan lupa catat atau rekam proses wawancara yang Anda lakukan.

Setelah selesai melakukan liputan, bagaimana menulis beritanya? Susunlah fakta-fakta yang Anda temui dengan cara berikut ini. Untuk berita langsung, panjang tulisan Anda cukup 4-8 paragraf seperti contoh berikut ini:

 1. Paragraf pertama disebut dengan teras berita. Teras berita berisi materi yang paling penting dari peristiwa. Buatlah paragraf berisi 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya. Misalnya:

Musim panen lele di Desa Wonolelo, Pleret, Bantul telah tiba (15/4/2009). Lima kolam berukuran 5×10 meter yang dikelola Forum Warga Wonolelo menghasilkan dua ton lele. Pemasukan yang didapat mencapai 15 juta rupiah. 

Apa kejadiannya : panen lele

Di mana kejadiannya : Desa Wonolelo, Pleret, Bantul

Kapan kejadiannya : 15/4/2009 artinya 15 April 2009

Siapa yang terlibat : Forum Warga Wonolelo

2. Paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini, misalnya:

Petani lele di Desa Wonoleo memanen kolamnya tiap empat bulan. Menurut Muhidin (45), Ketua Forum Warga Wonolelo, petani akan merugi bila lele dipanen terlalu lama sebab harga jualnya lebih murah. 

 Muhidin (45) = Narasumber, umurnya 45 tahun

Atribut = Ketua Forum Warga Wonolelo

Inti pikiran = Lele dipanen setiap 4 bulan agar harganya tinggi

3. Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung.

“Pembeli menyukai lele berukuran sedang, satu kilogram berisi 6-7 lele. Bila ukuran lele terlalu besar atau kecil harganya jatuh,” ujarnya. 

Catatan: Penegasan narasumber atas inti pikiran pada paragraf 2

4. Paragraf ini disebut sebagai paragraf pengait, pemaparan poin penting lainnya dari paragraf satu dengan 2-3  kalimat., misalnya, bagaimana penjualan hasil panen.

Forum Warga menjual hasil panennya di pasar Kecamatan Pleret dan Kabupaten Bantul. Setiap hari, para pedagang pecel lele di sepanjang Jalan Pleret-Wonolelo juga membeli lele antara 5-10 kilogram. 

5. Kutiplah pendapat narasumber lain untuk merincikan fakta yang disampaikan narasumber pertama atau mencari pendapat bandingan sebagai unsur keberimbangan berita.

Hal itu disampaikan oleh Waginah (36), Pedagang Pecel Lele Monggo Kerso. Setiap dua hari sekali ia membeli lele langsung dari kolam sebanyak 10 kilogram. Selain karena lele yang dibelinya selalu segar, harga belinya seperti harga lebih murah. 

Kata Kunci

a. Untuk merincikan gunakan kata pengait: hal senada, pendapat serupa, hal itu dikuatkan oleh

b.  Untuk perimbangan gunakan kata pengait: hal berbeda, pendapat berbeda, hal itu dibantah oleh

6.   Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung.

 “Lele ukuran sedang rasanya lebih enak. Saya juga lebih mudah menetapkan harga. Pokoknya, harga pas dengan kantong pembeli,” ujarnya. 

7. Buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan.

Usaha kolam lele mampu menumbuhkan perekonomian warga Wonolelo. Dari penjualan hasil panen, setiap anggota mendapat hasil bagi keuntungan sebesar 1,5 juta rupiah. Sisanya dipergunakan untuk pembelian benih, pakan ikan, perbaikan kolam, dan kas kelompok. 

8. Lalu buatlah judul yang tepat.

Lele Sumber Ekonomi Warga Wonolelo 

9. Lalu susunlah paragraf yang telah dibuat berdasarkan urutannya. Maka akan jadi berita seperti berikut ini:

 ————————

 Lele Sumber Ekonomi Warga Wonolelo 

Musim panen lele di Desa Wonolelo, Pleret, Bantul telah tiba (15/4/2009). Lima kolam berukuran 5×10 meter yang dikelola Forum Warga Wonolelo menghasilkan dua ton lele. Pemasukan yang didapat mencapai 15 juta rupiah.

Petani lele di Desa Wonoleo memanen kolamnya tiap empat bulan. Menurut Muhidin (45), Ketua Forum Warga Wonolelo, petani akan merugi bila lele dipanen terlalu lama sebab harga jualnya lebih murah.

 “Pembeli menyukai lele berukuran sedang, satu kilogram berisi 6-7 lele. Bila ukuran lele terlalu besar atau kecil harganya jatuh,” ujarnya.

Forum Warga menjual hasil panennya di pasar Kecamatan Pleret dan Kabupaten Bantul. Setiap hari, para pedagang pecel lele di sepanjang Jalan Pleret-Wonolelo juga membeli lele antara 5-10 kilogram.

Hal itu disampaikan oleh Waginah (36), Pedagang Pecel Lele Monggo Kerso. Setiap dua hari sekali ia membeli lele langsung dari kolam sebanyak 10 kilogram. Selain karena lele yang dibelinya selalu segar, harga belinya seperti harga lebih murah.

 “Lele ukuran sedang rasanya lebih enak. Saya juga lebih mudah menetapkan harga. Pokoknya, harga pas dengan kantong pembeli,” ujarnya.

Usaha kolam lele mampu menumbuhkan perekonomian warga Wonolelo. Dari penjualan hasil panen, setiap anggota mendapat hasil bagi keuntungan sebesar 1,5 juta rupiah. Sisanya dipergunakan untuk pembelian benih, pakan ikan, perbaikan kolam, dan kas kelompok.

 ————————–

Untuk mengasah keterampilan menulis Anda, usahakan setiap hari Anda menulis satu berita. Tak harus berita yang rumit, peristiwa di sekitar Anda jauh lebih baik. Selamat mencoba! sumber dari:Catatan FB YOSSYSUPARYO

About higoss

Pegiat Open Source

Posted on November 23, 2011, in Beranda, Tutorial. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: